1. Indeks & Metrik Utama
Social Temperature Index™ (STI)
Indeks komposit eksklusif berskala 0-100 yang mengukur seberapa "panas" atau tegang sebuah perdebatan. Angka ini dihitung berdasarkan kombinasi volume komentar, rasio polarisasi, persentase kata kasar (toxic), hingga seberapa intens pengguna saling berbalas komentar.
Suhu Polarisasi
Metrik yang melihat persentase pembelahan opini publik. Polarisasi diukur dari perbandingan kelompok yang "Pro/Mendukung" berhadapan dengan kelompok yang "Kontra/Menolak". Semakin seimbang proporsinya, perdebatan dianggap semakin terbelah.
Tingkat Toxic (Toxicity Score)
Persentase yang menunjukkan seberapa banyak komentar yang mengandung bahasa tidak sehat. Parameter ini memindai kalimat untuk mencari unsur ujaran kebencian (hate speech), serangan personal, sarkasme, hingga sindiran pedas.
Spektrum Emosi
Pemetaan sentimen publik ke dalam lima emosi dasar psikologi: Marah, Senang, Humor, Sedih, dan Takut. Metrik ini membantu mengidentifikasi suasana hati (mood) audiens secara keseluruhan.
Skor Virality
Estimasi algoritma kami terkait potensi sebuah isu atau postingan untuk terus menyebar di media sosial. Skor tinggi berarti postingan tersebut sangat memancing interaksi dan perdebatan, sehingga algoritma media sosial akan merekomendasikannya ke lebih banyak orang.
DNA Percakapan
Rangkuman cepat layaknya "tanda vital" pasien. Memberikan snapshot dari metrik terpenting dalam hitungan detik agar pimpinan atau eksekutif dapat segera mengambil keputusan.
2. Status Polarisasi
Konsensus Pro
Mayoritas telak (biasanya di atas 70%) audiens setuju, mendukung, atau memberikan reaksi positif terhadap topik tersebut.
Konsensus Kontra
Mayoritas telak audiens menolak, mengkritik, atau marah terhadap topik tersebut.
Terbelah Kuat
Situasi di mana persentase kubu Pendukung dan kubu Penentang hampir seimbang, menciptakan perdebatan dan konflik tajam.
Dingin / Kasual
Opini publik didominasi oleh audiens netral yang sekadar berkomentar lewat tanpa ada intensi mendukung atau menolak.
3. Klasifikasi Aktor Sosial
Neuro AI menggunakan AI canggih untuk membaca niat (intensi) di balik komentar dan mengelompokkannya ke dalam arketipe berikut:
Pendukung / Fanatik
Aktor yang membela, setuju, atau merayakan postingan. "Fanatik" adalah pendukung garis keras yang cenderung mengabaikan logika atau fakta demi membela tokoh/brand.
Penentang / Kritikus
Aktor yang tidak setuju, mengkritik, atau marah terhadap postingan. Mereka bisa memberi kritik membangun maupun sekadar kebencian tak berdasar.
Netral / Oportunis
Audiens yang hanya bertanya, berkomentar di luar konteks, tag teman, atau sekadar ikut meramaikan tanpa membela pihak manapun.
Provokator / Troll
Aktor yang sengaja memancing emosi audiens lain agar marah. Tujuannya adalah menciptakan keributan di kolom komentar.
Buzzer / Bot
Akun (baik digerakkan manusia maupun mesin) yang terus memposting teks atau tagar (hashtag) berulang, pola generik, atau kampanye terkoordinasi.
Pemeriksa Fakta
Aktor yang datang dengan membawa argumen logis, menautkan link bukti, atau meluruskan misinformasi (hoax) di kolom komentar.
4. Analisis Jaringan & Interaksi
Social Network Analysis (SNA)
Cabang dari sosiologi digital yang memetakan hubungan antar individu. Di platform ini, SNA memvisualisasikan siapa yang berbicara kepada siapa, membentuk peta persebaran informasi yang sangat intuitif.
Peta Balasan (Interactions Map)
Bentuk grafik (graf) dari SNA yang kami sajikan. Lingkaran (Node) merepresentasikan kubu/aktor, dan garis panah (Edge) yang mengalir merepresentasikan tindakan saling membalas komentar antar kubu tersebut.
Top Influencer
Bukan seberapa banyak pengikut (followers) yang dimiliki sebuah akun, melainkan aktor mana yang paling banyak memancing komentar balasan dalam topik tersebut. Mereka adalah pemegang kendali opini di kolom komentar.